08 Mei 2010

Keagungan dan Kemuliaan Seorang Muhammad



Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.

Sayidatina ‘Aisyah menceritakan: ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang.”

Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,
“Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’)

Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah lantas berkata,
”Kalau begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah baginda bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”

Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat.....

Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :
“Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?”
“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar”
“Ya Rasulullah… mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh,
kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?
Kami yakin engkau sedang sakit…”
desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

“Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?”

Lalu baginda menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.
Hanya diam dan bersabar bila kain rida’nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.

Anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?”

Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Rasulullah s. a. w. bersabda, “Sampaikan pesanku walau sepotong ayat”

Mukjizat - Al-Quran tetap utuh dalam mobil yang terbakar





Subhanallah, inilah sebuah keajaiban dari Allah yang ditampakkan kepada Hamba-hambaNya. Sebuah Al Qur’an mungil tetap utuh dalam sebuah mobil yang terbakar habis. Kejadian ini terjadi di Jazirah Arab, namun tidak diketahui secara pasti di mana tempatnya. Yang jelas inilah sebuah kekuasaan Allah yang dinampakkan kepada Manusia. Nikmat mana lagi yang masih engkau dustakan wahai manusia?? (Q.S. Ar Rahman : 1-78). Inilah gambar-gambar dari mobil yang terbakar habis sementara Al Qur’an masih utuh di dalamnya.









Perahu Nabi Nuh AS Telah Ditemukan Melalui Penelitian Ilmiah

Umat Nabi Nuh A.S yang ditenggelamkan oleh Allah SWT karena kedurhakaannya seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an, sudah menemukan pembuktian kebenarannya secara ilmiah. Sejak tahun 1949, sudah ditemukan lokasinya dan kemudian dilakukan penggalian oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt di Turki sejak tahun 1977. Ini adalah sebagian foto-fotonya. ENJOY IT!!


1. Awal Penemuan

Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)




Kemudian, awal tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentara Nasional Turki menangkap sebuah benda mirip perahu di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang diduga perahu Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark)






2. Foto-foto tahun 1999-2000

Seri pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun
1999-2000 tentang dugaan adanya perahu di Gunung Ararat yang tertutup salju.




3. Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh AS



4. Tuuh … Perahu Nabi Nuh di atas Gunung Arafat. Jelas kan??





5. Situs Perahu Nabi Nuh sebelum dibersihkan




6. Pengukuran di Atas Perahu





7. Struktur Perahu menurut para arkeolog yang menemukannya





8. Ini dia lebih jelasnya





9. Setelah dibersihkan, beginilah bentuk Asli Perahu Nabi Nuh AS yang kuno tapi canggih. Di dalam perahu inilah sedikit umat Nabi Nuh AS diselamatkan Allah SWT dari banjir dahsyat setinggi gunung dan ratusan pasang binatang ikut serta didalamnya.




10. Gambaran suasana terjadinya banjir dalam Injil yang terjadi pada tahun 1300 BC (Sebelum Masehi). Sekitar 25 tahun sebelum zaman Nabi Musa AS atau 1.300 tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS. Lihat perbandingan ukuran perahu dengan Pesawar Modern Jumbo 747.



SMEOGA BERMANFAAT DAN MENAMBAH KEYAKINAN KITA AKAN KEBENARAN ADANYA NABI-NABI UTUSAN ALLAH SWT.
sumber: http://moeflich.wordpress.com

06 Mei 2010

Di Sumbar, Nilai UN SMP/MTs Memuaskan

Dari 80.978 siswa SMP/MTs dan SMP Terbuka peserta Ujian Nasional (UN) 2010 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), 12.195 siswa tak lulus.
“Peserta yang gagal akan mengkuti UN ulangan pada 7-20 Mei 2010. Kelulusan peserta UN SMP/MTs/SMP Terbuka di Sumbar tercatat 84,94 persen dari total peserta 80.978,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Sumbar, Burhasman Bur, seperti disampaikan Kepala Seksi Kurikulum SMP/MTs dan SMP Terbuka, Elwinetri kepada wartawan di Padang, Kamis (6/5/2010).
Ia mengatakan, nilai rata-ratanya 28,03 persen dengan empat mata pelajaran. Nilai rata-rata yang diraih peserta UN Sumbar di atas nilai rata-rata nasional, karena rinciannya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia (BI), 7,2, Bahasa Inggris, 6,64, Matematika 7,06, dan IPA 7,9 sehingga mencapai total rata-ratanya 28,03 persen.
Bahkan, kata Elwinetri, peserta UN Sumbar yang mendapatkan nilai 10 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tercatat delapan orang, di mata pelajaran Bahasa Inggris delapan orang, Matematika sebanyak 113 orang, sedangkan untuk mata pelajaran IPA mencapai 135 orang se-Sumbar.
“Kita berharap Pemkab/Pemkot di Sumbar memberikan reward kepada siswa yang meraih nilai 10 pada mata pelajaran tersebut, guna memberikan motivasi terhadap pelajar,” ujarnya.


Lebih jauh Elwinetri merinci, untuk nilai rata-rata per mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia 7,26, Bahasa Inggris 6,65, Matematika 7,06 dan IPA 7,10 sehingga total nilai rata-rata kelulusan khusus SMP 28,08 persen.
Selanjutnya, untuk presentase nilai rata-rata MTs sebesar 27,93 persen dengan rincian Bahasa Indonesia 7,14, Bahasa inggris 6,62, Matematika 7,67 dan IPA 7,5.
Sementara untuk SMP Terbuka nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesi, 6,54, Bahasa Inggeris 6,10, Matematika 6,27 dan IPA 6,72 sehingga total nilai rata-rata kelulusan 24,93 persen dengan jumlah peserta UN tercatat 216 orang dari 11 sekolah.
Kesempatan itu, disebutkan kabupaten dan kota yang meraih rengking pertama pada hasil kelulusan UN SMP/MTs/SMP Terbuka, yakni Kota Padang dengan kelulusan 30, 72 persen, disusul rengking ke dua Kabupaten Pasaman Barat dengan kelulusan 30,31 persen dan urutan ke tiga Kota Bukittinggi 29,65 persen.
“Secara nasional ada 16 dari 33 provinsi yang tidak berhasil dalam pelaksanaan UN sehingga dipanggil Kemendiknas, namun syukur Sumbar tidak termasuk pada posisi tersebut,” kata Elwinetri.
Menyinggung total nilai rata-rata hasil UN SMP/MTs/SMP Terbuka tercatat 91,04 persen dari total peserta sebanyak 72.620 orang dengan total nilai rata-rata 28,99 persen dan rinciannya untuk Bahasa Indonesia 7,32, Bahasa Inggeris 7,13, Matematika 7,22 dan IPA 7,25.
“Kita tak bisa perbandingkan hasil UN pada 2009 dengan tahun ini karena jumlah pesertanya berbeda,” ujarnya.

Sumber http://www.surya.co.id