13 Juni 2010

Pengumuman CSB Tahun 2010/2010

PENGUMUMAN
PENERIMAAN CALON SISWA BARU TP. 2010/2011
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI (MTsN 2) BUKITTINGGI


SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
  1. Photocopy STTB/SKHU/Surat keterangan tanda lulus ujian 1 Lembar
  2. Photocopy rapor Kelas VI Semester 1 dan 2 (satu) rangkap
  3. Pas photo ukuran 3 x 4 (empat) lembar
  4. Photocopy Piagam Penghargaan (kalau ada) 1 (satu) rangkap
  5. Tanggal pendaftaran 21 s.d 23 Juni 2010
  6. Tanggal tes tertulis 24 Juni 2010
  7. Tes lisan (langsung setelah mendaftar)
Materi Tes Tertulis: Pengetahuan Ilmu Agama, Matematika, IPA dan B. Inggris


16 Mei 2010

Tutup Situs Penghujat Islam

Orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) maupun kaum musyrikin dari dulu tidak pernah menghendaki kebaikan buat Nabi Muhammad saw. Allah SWT menerangkan hal itu dalam firman-Nya:

"Orang-orang kafir dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. Al Baqarah 105).

Yang mereka inginkan justru agar Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya murtad dari agamanya sebagaimana diterangkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

"Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, Karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al Baqarah 109).



Maksud dari kalimat “sampai Allah mendatangkan perintah-Nya” dalam ayat di atas adalah keizinan memerangi dan mengusir orang Yahudi.

Allah SWT juga menegaskan bahwa orang-orang ahli kitab, Yahudi maupun Nasrani, selalu menginginkan umat Islam mengikuti millah mereka. Allah SWT menyebutkan dalam firman-Nya:

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS. Al Baqarah 120).

Juga mereka menginginkan umat Islam agar tersesat dari jalan Allah. Namun mereka tidak bisa menyesatkan, kecuali diri mereka sendiri. Allah SWT menyebutkan hal itu dalam firman-Nya:

"Segolongan dari ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya." (QS. Ali Imran 69).

Itulah ayat-ayat Allah yang merupakan warning buat kita umat Islam bahwa kaum kuffar, baik dari kalangan ahli kitab maupun kaum musyrik, sebagian kalau tidak seluruhnya, memiliki sikap-sikap dan langkah-langkah tidak bersahabat yang tentunya harus diwaspadai oleh umat Islam. Sikap-sikap dan langkah-langkah mereka di zaman Rasulullah saw. berkuasa atas kota Madinah, di zaman Shalahuddin Al Ayyubi di masa Khilafah Abbasiyyah, maupun di akhir masa Khilafah Utsmaniyyah adalah merupakan sikap-sikap dan langkah-langkah konfrontasi. Demikian juga kekejaman yang mereka lakukan di Andalusia tatkala kekuasaan Islam runtuh dan tidak bisa melindungi lagi umat Islam di sana. Juga kekejaman mereka terhadap puluhan ribu wanita muslimah di Bosnia pada tahun 1993 tatkala kekuasaan di Balkan ada di tangan orang-orang kafir. Bahkan kekejaman mereka pun terjadi di Ambon dan Poso sekalipun yang notabene adalah di bawah kekuasaan kaum muslimin di Indonesia.

Dan berbagai provokasi yang mereka lakukan terhadap Islam, Nabi Muhammad, dan umat Islam sampai hari ini terus mereka lakukan seiring dengan genderang “Perang Salib” yang ditabuh George Bush Yang saat mengirim 30.000 pasukan AS ke Afghanistan dengan ribuan pesawat dan mesin-mesin perang canggih lainnya. Tentu kita tidak lupa dengan kartun menghina Nabi Muhammad dari Denmark. Juga film menghina Nabi buatan Wilder dari Belanda. Dan larangan pembangunan menara Masjid dari Swiss. Dan kini provokasi itu muncul dalam bentuk situs-situs penghujat Islam di Indonesia, seperti : www.beritamuslim.wrodpress.com; www.teswordpress.com; www.kesalahanquran.wordpress.com; http://mengenal-islam.t35.com/ dan lain-lain.

Tentu saja syariat Islam telah menetapkan hukuman mati bagi para penghujat agama Islam, Allah SWT, Nabi Muhammad saw., maupun Al Quran (lihat Imam Ibnu Taimiyah, As Sharim AL Maslul ala Syaatimir Rasuul). Diriwayatkan bahwa di masa Rasulullah saw. ada seorang dedengkot Yahudi yang bernama Kaab bin Al Asyraf. Musuh Allah dan Rasul-Nya ini selalu menghujat Nabi Muhammad saw. Sehingga suatu ketika Rasulullah saw. menentukan bahwa dia harus dihukum mati. Beliau bersabda: “Siapa yang akan (mengeksekusi) Ka’ab?”. Maka bersedialah sahabat Nabi saw. yang bernama Muhammaad bin Maslamah yang melaksanakan hukuman itu dengan disertai sejumlah kaum muslimin.

Tentu bila Rasulullah saw. atau para khalifahnya masih hidup, pasti mereka akan segera memerintahkan kepada para petugas keamanan untuk menciduk para provokator tersebut dan menghukum mereka. Dan bila Imam Ibnu Taimiyyah pasti juga akan memfatwakan hukuman mati bagi kaum Nasrani yang berada di balik situs-situs penghujat Islam tersebut, kecuali bilamana mereka bertobat dan masuk Islam. Persoalannya hari ini tidak ada mereka dan negara ini tidak menerapkan syariat dan selama ini kaum penghujat Islam tidak mendapatkan hukuman berat bahkan ada yang bebas-bebas begitu saja sehingga mereka-mereka yang ingin melampiaskan kebenciannya kepada Islam merasa aman-aman saja.

Oleh karena itu, menjadi kewajiban penguasa negeri Indonesia ini, khususnya Presiden, Kapolri, dan Menteri Kominfo, agar segera mengambil tindakan kepada para provokator dalam situs-situs tersebut yang jelas-jelas menghujat agama Islam dan tentu itu sangat menyinggung perasaan umat Islam sebagai mayoritas warganegara ini dan tentunya bertentangan dengan konstitusi serta perundangan yang ada. Pejabat yang berwenang harus segera menutup situs tersebut dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya agar tidak ada lagi yang berani menghujat Islam di negeri ini.

Kepada para ulama dan para dai serta para aktivis Islam dan jamaah umat Islam umumnya, kami serukan untuk merapatkan barisan dan bersatu dengan berpegang teguh kepada tali agama Allah SWT (QS. Ali Imran 102) agar terhindar dari fitnah kaum kafir dan bisa menindak mereka sesuai dengan tuntunan syariat Allah SWT.

copy of: voa-islam.com

Situs Blog Yang Menghujat Agama Islam

Buat sobat-sobat pembaca, kali ini saya ingin membuka wawasan sobat semuanya bahwasannya yang namanya kejahatan internet atau cybercrime masih saja ada di internet saat ini. Baru-baru ini ketika saya sedang jalan-jalan di dunia maya, tidak sengaja bertemu dengan blog yang satu ini http://beritamuslim.wordpress.com/ , setelah dibuka merah muka ini dibuatnya, ternyata isinya sangat kontroversial banget tentang islam ini walau gambarnya kartun, tapi sangat menyesakkan dada. sebagai muslim saya mempunyai keterbatasan untuk menanggapi hal tersebut, walau begitu dengan kata-kata saya mengomentarinya mudah-mudahan ini termasuk jihad, semoga aja bagi muslim yang mampu lainnya dapat merespon hal ini agar tidak meresahkan kaum muslim. Amiinn..


Fathimah r.a Memahami Arti Jilbab yg Sebenarnya

Adakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau radiyallahu’anha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang hidup mendampingi beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil a’la.1 Fathimah az-Zahra radiyallahu’anha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa ahlil jannah). Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti apa yang difahami Shahabiyah?

Wahai saudariku muslimah yang merindukan surga Firdaus al-A’la…Shahabiyah yang mulia ini memandang buruk terhadap apa yang di lakukan wanita terhadap pakaian yang mereka kenakan yang masih menampakkan gambaran bentuk tubuhnya. Apa yang beliau tidak sukai itu beliau sampaikan kepada Asma radiayallahu’anha sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ummu Ja’far bahwasanya Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:



“Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan tubuhnya.” Asma’ berkata : ‘”Wahai putri Rasulullah maukah kuperlihatkan kepadamu sesuatu yang pernah aku lihat di negeri Habasyah?” Lalu Asma’ membawakan beberapa pelepah daun kurma yang masih basah, kemudian ia bentuk menjadi pakaian lantas dipakai. Fatimah pun berkomentar: “Betapa baiknya dan betapa eloknya baju ini, sehingga wanita dapat dikenali (dibedakan) dari laki-laki dengan pakaian itu. Jika aku nanti sudah mati, maka mandikanlah aku wahai Asma’ bersama Ali (dengan pakaian penutup seperti itu ) dan jangan ada seorangpun yang menengokku!” Tatkala Fatimah meninggal dunia, maka Ali bersama Asma’ yang memandikannya sebagaimana yang dipesankan. ”

Syaikh Albani rahimahullah berkata : Perhatikanlah sikap Fatimah radiyallahu anha yang merupakan bagian dari tulang rusuk Nabi shalallahu alaihi wassalam bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan tubuh seorang wanita meskipun sudah mati, apalagi jika masih hidup, tentunya jauh lebih buruk. Oleh karena itu hendaklah kaum muslimah zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”

Wahai ukhti muslimah yang dirahmati Allah,…benarlah apa yang dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah. Fitnah yang melanda kaum muslimah begitu deras dan hebat.Jika Fathimah radiyallahu’ anha saja tidak rela jasadnya tergambar bentuk tubuhnya tentulah dapat kita fahami bagaimana beliau mengenakan jilbab di masa hidupnya. Karena beliau sangat memahami perintah jilbab dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Pemahaman beliau yang sangat mendalam ini jelas tersirat dari ketidaksukaannya yang beliau pandang sebagai suatu keburukan apabila seorang wanita memakai pakaian yang dapat menggambarkan lekuk tubuhnya.

Lalu bandingkanlah dengan apa yang dikenakan oleh sebagian kaum muslimah dewasa ini sangat jauh dari apa yang disyariatkan oleh Rabb mereka. Jauh panggang dari api.Mereka menisbahkan pakaian wanita dengan kerudung ala kadarnya yang sekedar menutupi leher-leher mereka tidak sampai menutupi dada dengan nama pakaian islami atau jilbab. Dan ironisnya yang memakainyapun merasa bahwa apa yang mereka pakai itu sudah benar karena melihat para artis di TV mengenakan yang demikian itu jadilah pakaian trendy ini menyebar begitu cepat dan menjadi pakaian pilihan utama mereka. Bahkan tentu terkadang kita melihat saudari kita yang memakai busana muslimah yang justru menambah fitnah karena nampak jelasnya lekuk tubuh mereka dengan penutup kepala yang melilit di leher (sehingga jenjang atau tidaknya bentuk leher terlihat sangat jelas) dan hanya sampai di bagian pundak saja tidak sampai ke dada disambung dengan pakaian ketat yang menggambarkan bentuk payudara mereka kemudian celana ketat yang menambah jelas lekukan tubuh mereka. Ada juga yang memakai abaya (gamis/pakaian terusan) memilih ukuran yang ketat daripada ukuran besar dan lapang dengan alasan agar nampak cantik dan modis! Sebagian adapula yang memakai penutup kepala dengan menyanggul rambut-rambut mereka hingga ketika mereka berjalan dapat dilihat dengan jelas ikatan rambut tersebut, karena sangat kecilnya penutup kepala yang mereka pakai maka merekapun mengikat rambut tersebut agar tidak menyembul keluar. Bukankah apa yang mereka pakai itu semua justru yang semestinya mereka jauhi karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda :
“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.”

Di dalam hadits lain terdapat tambahan :
“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.”

Kemudian lihatlah penjelasan dari Ibnu Abdil Barr rahimahullah ia berkata:
“Yang dimaksud Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.”

Dari Ummu Alqamah bin Abu Alqamah bahwa ia berkata :
“Saya pernah melihat Hafshah bin Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi ‘Aisyah dengan mengenakan khimar(kerudung) tipis yang dapat menggambarkan pelipisnya, lalu ‘Aisyah pun tak berkenan melihatnya dan berkata : “Apakah kamu tidak tahu apa yang telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat An Nuur?!” Kemudian ‘Aisyah mengambilkan khimar untuk dipakaikan kepadanya.

Syaikh Albani menjelaskan perkataan Aisyah radiyallahu anha : Apakah kamu tidak tahu tentang apa yang diturunkan oleh Allah dalam surat An-Nuur? Mengisyaratkan bahwa wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum melaksanakan firman Allah Subahnahu wa ta’ala yang ditunjukkan oleh Aisyah radiyallahu anha yaitu “Dan hendaklah kaum wanita menutupkan khimar/kerudung pada bagian dada mereka”

Tidakkah kita melihat perbedaan yang sangat jauh antara generasi Shahabiyah dengan kita? Mereka benar-benar menjadikan jilbab sebagai penutup tubuh dan aurat sebagai bentuk ketaatan pada perintahNya sedangkan kita justru sebaliknya menjadikan jilbab sebagai pembuka fitnah kecuali wanita-wanita yang dirahmati Allah. Jilbab yang difahami shahabiyah sebagai pakaian yang lapang (lebar) yang menutupi tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki sedangkan kaum muslimah sekarang menganggap jilbab adalah secarik kain yang digunakan untuk menutupi rambut mereka saja sedangkan bagian-bagian lainnya mereka tutupi dengan bahan yang ala kadarnya yang tidak bisa dikatakan menutupi aurat apalagi menutupi lekuk tubuh mereka. Kepada Allahlah kita memohon pertolongan semoga kaum kita mau kembali kepada Rabb mereka dan berusaha untuk menunaikan apa yang diperintahkan Allah dan rasulNya secara sempurna dan menyeluruh. Sebagaimana firmanNya:
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" (Al-Baqarah :208).

Wallahu’alam bish-shawwab.

Sumber: Kafemuslimah.com